Pengalamanku Saat Kesurupan Kuda Lumping

Salah satu wisata mistik berupa tontonan dan hiburan massal yang gratis, meriah dan digemari oleh orang banyak baik itu tua atau muda adalah kesenian kuda lumping atau jathilan atau lebih populer dengan nama jaran kepang. Namun, apa jadi jika antar pemain kuda lumping yang kesurupan menjadi saling bertengkar?

Tak hanya penari saja, tetapi beberapa penonton dan penabuh gamelan pun ikut kesurupan kuda lumping. Kejadian ini membuat saya tertarik untuk mengambil gambar nya meski dengan hasil gambar yang kurang jelas karena menggunakan ponsel lawas sehingga menumbuhkan pemikiranku untuk membeli handycam baru.

Ceritanya begini, salah satu penari kuda lumping sedang menikmati bakaran dupa, tiba-tiba salah satu penari yang lain berusaha merebut bakaran dupa tersebut dan terjadi pertengkaran. Tak hanya penari saja, penonton yang mengalami kesurupan ikut andil dalam rebutan bakaran dupa. Di lain tempat, irama gamelan menjadi kacau karena beberapa penabuh juga ikut kesurupan dan tentu saja hal ini membuat beberapa serati kuda lumping menjadi sibuk akibat mendamaikan antara mereka.

Legenda dan asal-usul tari kuda lumping


Kesenian dan tari kuda lumping adalah asli berasal dari Jawa Tengah. Akan tetapi, Legenda, asal-usul dan pencipta tari kuda lumping hingga sampai hari ini pun adalah belum jelas. Tarian kuda lumping mulai populer di Jawa Tengah adalah sejak berakhirnya perang Diponegro. Pada saat perang Diponegoro, rakyat Indonesia baik itu pria dan wanita juga ikut perang dengan naik kuda. Untuk mengenang peristiwa perang ini, rakyat Jawa Tengah mulai menumbuhkan dan mempopulerkan tarian kuda lumping. Namun sebagai catatan, tari kuda lumping sudah ada sebelum perang Diponegoro dan tarian ini sudah diadopsi oleh beberapa wilayah terutama Jawa Timur.

Ada versi lain yang mengatakan, tari kuda lumping sudah ada sejak jaman Majapahit. Akan tetapi, belum ada bukti sejarah yang benar-benar memberitakan dan membuktikan secara jelas tentang asal-usul dan pencipta pertama dari tari kuda lumping di era Majapahit sehingga menumbuhkan mitos-mitos baru terkait sejarah tari kuda lumping. Terkait kegiatan kesurupan atau NDADI pada penari kuda lumping adalah hasil dari kloning antara tari kuda lumping dan upacara memanggil roh nenek moyang. Upacara memanggil roh nenek moyang adalah kegiatan yang berasal dari aliran animisme dan dinamisme yang muncul di jaman Mataram Hindu sehingga pengaruh kebudayaan Majapahit dan Mataram Hindu terhadap rakyat Jawa Tengah menjadi sangat kental.

Apakah para pemain kuda lumping mengalami kesurupan yang nyata ?


Terjadi kontroversi jawaban ketika menjawab persoalan tentang kesurupan yang terjadi pada para pemain kuda lumping, ada yang mengatakan itu adalah rekayasa berdasar koordinasi team, namun ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah kesurupan yang nyata. Saya adalah mantan pemain kuda lumping di tahun 2004, saat itu saya masih aktif dalam kegiatan pemuda PARAS ( Paguyuban Remaja Sumber ).

Ketika waktu menari menjelang usai, para serati sibuk membakar dupa dan kemenyan. Saat hidung saya mencium aroma bakaran kemenyan, saya merasa tenggorokan menjadi sangat kering dengan tiba-tiba. Kemudian, saya merasa pusing dan pandangan menjadi kabur, mungkin itu efek dari lama menari dan kebetulan cuaca agak panas sehingga tenaga menjadi terkuras. Tapi kondisi saya tetap dalam keadaan sadar sepenuhnya karena saya masih bisa mengenali orang-orang dan bahkan saya masih mengenali beberapa penonton yang berada disekitar saya

Saya melihat beberapa teman penari berjatuhan akibat kesurupan dan mulai " Ndadi ". Kemudian saya mendekati salah satu teman yang " Ndadi " dan ku katakan " Apa kamu kesurupan ?" Dia menjawab " Jangan tanya itu, tugas kita adalah menari ". Dan aku pun ikut menari bersama mereka dengan gaya kesurupan. Namun, aku masih dalam kondisi sadar, begitu pula dengan teman-teman se team kuda lumping.

Setelah waktu menjelang sore, salah satu serati kuda lumping mendekati aku sembari berkata " Mas, udah sore, Ndadi nya dihentikan !" Lalu serati tersebut mengobati aku dengan cemeti kuda lumping. Berdasar analisa tersebut, aku memberi kesimpulan, ternyata kesurupan ala kuda lumping itu hanya rekayasa semata, ini hanya opini sementara dari saya.

Akan tetapi, ada beberapa team kuda lumping yang lain yang memang sengaja bekerja sama dengan makhluk halus! Hal ini pernah terjadi di suatu team kuda lumping dimana mereka " kungkum " atau berendam di sungai Bogowonto sejak jam 24.00 malam hingga jam 02.00 pagi. Sejak saat itu, saya mulai bisa membedakan, mana yang kesurupan nyata dan mana kesurupan yang direkayasa ! Kesimpulannya, tidak mudah seseorang untuk mengalami kesurupan kecuali mereka sudah bersimbiosis dengan jin kuda lumping. Salam !

0 Comments