Wisata Alam Curug Silangit di Sijanur Somongari

Wisata alam berupa air terjun curug Silangit berlokasi di dusun Sijanur, desa Somongari, kecamatan Kaligesing dan masih di lingkup Kabupaten Purworejo. Curug silangit mempunyai ketinggian kurang lebih 25 hingga 30 meter. Meskipun tidak begitu tinggi, namun pesona alami dan keindahan pada curug Silangit tidak kalah jika dibanding dengan beberapa air terjun yang berada di Kabuptaen Purworejo.

Aliran curug silangit berasal dari mata air di sebuah bukit di dusun Sijanur, Somongari dimana bukit tersebut merupakan bagian dari kelompok perbukitan menoreh. Semburan air jernih yang muncul dari atas bukit sangat menyegarkan jika digunakan untuk mandi sehingga dapat menghilangkan rasa lelah dan setress. Jika datang musim penghujan, kabut air yang muncul dari curug silangit akan menerpa wajah anda meskipun anda berada 10 meter lebih jauh dari lokasi curug.

Wisata Alam Curug Silangit

Perjalanan menuju curug Silangit


Karena alamat rumahku berada di Purworejo, maka rute perjalanan menuju curug Silangit adalah dari Purworejo. Namun, anda bisa mengakses rute perjalanan tersebut jika anda dari kota Yogyakarta menuju Kaligesing dengan hanya sekitar 40 km. Dari kota Purworejo, aku melajukan sepeda motorku menuju desa Cangkrep Lor karena arah posisi yang strategis untuk menuju desa Somongari adalah mengikuti jalan Nyi Bagelen. Dari simpang tiga di desa Cangkrep lor menuju desa Somongari adalah sekitar 5 km.

Perjalanan menuju desa Somongari penuh dengan kelokan tajam sehingga anda harus hati-hati sebab banyak kendaraan yang lalu-lalang di sepanjang jalan. Selain itu, banyak warga desa setempat yang berjalan kaki saat menggunakan jalan. Ada beberapa pohon besar di pinggir jalan yang diberi tanda agar kita membunyikan klakson. Akan tetapi, kita jangan punya pikiran tahayul, positif thinking adalah lebih baik ketimbang percaya kepada tahayul.

Namun, waktu perjalananku menjadi tertunda karena aku tertarik dengan makam Lokajaya. Anda bisa simak kisah petualangan saya di makam Lokajaya. Setelah selesai wisata mistik di makam Lokajaya, aku langsung meluncur ke arah curug Silangit.

Jalan utama menuju curug silangit merupakan sebuah jalan yang berada di tengah perkampungan sehingga kita harus menegur sapa kepada penduduk setempat sebagai wujud tata krama dan sopan santun di masyarakat yang lain daerah. Saat aku memasuki kampung dusun Sijanur, aku melihat beberapa kerumunan orang dimana mereka sedang membuat hiasan untuk upacara sekatenan. Saya kurang tau, apa itu sekatenan dan aku tidak menanyakan hal itu kepada masyarakat setempat.

Bentuk jalan dari kampung Sijanur menuju curug silangit adalah setapak dan sudah cukup bagus namun menanjak dan hanya dapat dilalui oleh satu kendaraan bermotor. Sebelum memasuki area curug, anda harus memarkir kendaraan di salah satu rumah penduduk, sebab sepeda motor anda tidak bisa berjalan menuju area lokasi air terjun Silangit akibat perjalanan dari area parkir menuju lokasi curug adalah masih bentuk tanah dan sempit, selain itu, banyak jembatan yang dibuat dari rangkaian bambu.

Namun, anda akan disuguhi suara alam berupa gemericik air sungai dan suara burung-burung, sepanjang perjalanan dengan kaki anda. Biaya parkir hanya dibandrol Rp 2.000, sedang tarip masuk ke lokasi curug Silangit adalah gratis.

Deskripsi curug silangit


Curug silangit mempunyai ketinggian sekitar 25-30 meter. Perjalanan menuju curug silangit adalah mudah dengan sedikit menanjak dibanding perjalanan menuju curug muncar yang banyak tanjakan. Air curug silangit adalah cukup jernih dan dingin sehingga mengundang selera untuk mandi. Sayang sekali, saat aku berkunjung ke sini, volume air masih sedikit karena hujan yang datang belum maksimal. Menurut warga setempat, jika volume air maksimal, kabut air yang muncul dari curug bisa menjangkau hingga radius 15 meter.

Radius pada kabut air saat volume maksimal pada curug silangit adalah tidak seluas jika dibanding dengan curug-curug lainnya, karena bentuk dinding curug silangit yang agak landai sehingga mengurangi efek gravitasi pada air yang jatuh. Curug Silangit berada di pertengahan pada ketinggian sebuah bukit dimana dinding bukit adalah bentuk bebatuan.

Asal-usul curug silangit.


Setelah aku merasa cukup waktu bermain, aku turun dan beranjak untuk pulang. Namun, aku masih melihat beberapa kerumunan warga desa Sijanur yang sibuk dalam persiapan acara sekatenan. Lalu, aku mendekati salah seorang warga yang bernama Pak Atmo Pawiro ( 65 th ) dan menanyakan tentang asal-usul nama silangit. Pak Atmo mengatakan bahwa nama silangit tersebut sudah ada sejak beliau masih kecil. Tentang siapa yang memberi nama terkait curug silangit adalah tidak diketahui. Singkatnya, nama curug silangit diambil dari kata " langit yang tinggi ", dan curug silangit adalah air terjun tertinggi di kecamatan Kaligesing.

Namun, ketinggian curug muncar adalah lebih tinggi ketimbang curug silangit. Curug muncar mempunyai ketinggian sekitar 40 meter, sedangkan curug silangit mempunyai ketinggian sekitar 30 meter, gumanku dalam hati.

0 Comments